Indonesian Muslim Community of Victoria
13 Jul
Profesor Nasarudin Umar memberikan ceramah di Fakultas Hukum Universitas Melbourne, Australia dalam kunjungannya baru-baru ini menjelang akhir penutup tahun 2006. Ceramah ini menarik sekali karena Nasarudin membuat kejutan dengan mengatakan bahwa diperlukan ‘Introduction’ untuk membaca Kitab Suci Al Quran untuk menghindarkan kefanatikan dan akan sangat berbahaya karena ‘sulit sekali’ untuk mencari padanan kata yang tepat dari perbendaharaan bahasa Arab ke dalam bahasa asing lainnya dan hampir tidak mungkin untuk menerjemahkannya dengan tepat.
Alternatif apa yang ada sekarang? Jangan baca Al Quran sebelum membaca ‘Introduction?’ Apakah buku ‘Introduction’ itu sudah diterbitkan? Atau baca Al Quran dan hanya mengharapkan ‘pahala?’ Kita dihadapkan ke suatu dilemma yang sulit sekali untuk dicari pemecahannya.
Hal kedua yang menarik diutarakan oleh Prof Nasarudin adalah ‘tempat perempuan di agama Islam’. Di masyarakat barat umumnya dan Australia khususnya ada persepsi yang kurang tepat tentang peranan perempuan di agama Islam.
Contohnya, pernah beberapa tahun yang lalu penulis ditanya apa betul perempuan yang beragama Islam di Indonesia disunat? Kaget juga ditanya pertanyaan seperti itu tapi ya, penulis ya nanya balik? Tahu dari mana? Apakah Anda punya bukti atau pernah melihatnya sendiri? Dia nggak biasa jawab! Artinya dia hanya dengar dari orang atau baca buku yang kurang bertanggungjawab.
Perempuan disunat tidak hanya terjadi dengan perempuan yang beragama Islam tapi juga yang beragama non-Islam, artinya ini bukan ajaran dari agama Islam tapi lebih merupakan suatu kebiasaan yang berdasarkan ‘budaya.’ Bahkan di Iran yang dikenal yang sebagai negeri yang melaksanakan ‘syariah Islam’ secara lebih keras tidak ‘melakukannya.’ Karena memang tidak ada ayat yang menganjurkan atau perintah untuk melakukannya!
Sayang ceramah tentang ‘Introduction’ dan ‘Peranan Perempuan’ tidak berkembang luas dan menarik karena menurut beberapa sumber kedatangan Prof Nasarudin Umar hanya direncanakan untuk kalangan terbatas dalam arti jumlah yang terbatas tapi yang mengagumkan dari Prof Nasarudin adalah penampilannya yang apik dan bahasa yang tenang dan halus.